Jika, maka
Konsep pasangan jika-maka sering membuat orang menulis kalimat macam dengan menggunakan jika dan maka sekaligus: “Jika ada sambungan internet, maka saya senang.” Penulisan macam ini malah membuat kalimat tersebut kehilangan induk kalimat (gagasan utama) karena kedua unsurnya merupakan anak kalimat. Ingat bahwa ciri anak kalimat adalah didahului oleh kata sambung?
Ironisnya, contoh penggunaan kata maka dalam KBBI III pun salah. Coba perhatikan contoh tersebut: “Karena saya tidak dapat mengetik dengan baik, maka surat undangan itu saya tulis saja.”